Rabu, 29 Juni 2011

Sejarah Pergerakan Harga Emas

Harga emas terus meroket mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa minggu terakhir dengan hampir menyentuh level $1,370 per ons pada perdagangan Kamis (07/10). Lonjakan harga emas ini banyak dikaitkan dengan ketidakpastian pemulihan ekonomi global yang membuat logam mulia ini dipilih sebagai kelas aset ‘safe-haven’.

Berikut ini adalah tonggak-tonggak utama dalam sejarah perdagangan emas modern sejak 1970-an:

* Agustus 1971: Presiden AS Richard Nixon menanggalkan dolar dari standar emas, dimana hanya mengalami sedikit modifikasi sejak Bretton Woods Agreement di 1944 yang menetapkan nilai tukar tetap untuk 1 troy ounce emas senilai $35.

* Agustus 1972: AS melakukan devaluasi pada dolar menjadi $38 per ounce emas.
* Maret 1973: Mayoritas negara-negara besar mengadopsi sistem mata uang mengambang.
* Mei 1973: AS kembali mendevaluasi dolar menjadi $42.22 per ounce emas.
* Januari 1980: Emas capai rekor tertinggi di $850 per ounce. Inflasi tinggi karena tingginya harga minyak, intervensi soviet di Afganistan dan imbas dari revolusi Iran memicu investor untuk lari ke logam mulia ini.

* Agustus 1999: Emas jatuh ke terendah $251.70 yang disebabkan kekhawatiran terhadap pengurangan cadangan emas batangan bank sentral dan perusahaan tambang menjual emas di pasar forward untuk melindungi diri dari penurunan harga.
* Oktober 1999: Emas mencapai tertinggi dua tahun di $338 setelah adanya kesepakatan mengenai penjualan emas oleh 15 bank sentral Eropa. Sentimen terhadap emas mulai beralih positif.
* Februari 2003: Emas mencapai tertinggi 4 tahun yang dipicu aksi beli 'safe haven' karena adanya invasi Iraq.
* Desember 2003 - Januari 2204: Emas tembus angka $400, mencapai level yang terakhir diperdagangkan di 1988. Investor semakin banyak meningkatkan pembelian emas sebagai auransi bagi portofolio mereka.
* November 2005: Emas spot mencapai $500 untuk pertama kalinya sejak Desember 1987, ketika harga spot sentuh $502.97.
* 11 April 2006: Harga emas tembus $600, poin tertinggi sejak Desember 1980, dengan institusi dan investor menyuntik banyak uang ke dalama komoditi karena dolar yang melemah, tingginya harga minyak dan ketegangan geopolitik.
* 12 Mei 2006: Harga emas mencapai nilai puncak di $730 per ons setelah investor membanjiri komoditi dengan uang yang dipicu lemahnya dolar, harga minyak yang kuat, dan ketegangan politik mengenai ambisi nuklir Iran.
* 14 Juni 2006: Emas anjlok 26% ke $543 dari nilai puncak 26 tahun setelah investor dan spekulator melakukan aksi jual posisi komoditinya.
* 7 November 2007: Emas spot menyentuh tertinggi 28 tahun di $845.40 per ons.
* 2 Januari 2008: Emas spot melewati angka $850.
* 13 Maret 2008: Patokan kontrak emas utama diperdagangkan melebihi $1,000 untuk pertama kalinya dalam sejarah pasar berjangka AS.
* 17 Maret 2008: Emas spot sentuh tertinggi sepanjang masa di $1,030.80 per ons. Sedangkan emas berjangka AS cetak rekor puncak di $1,033.90.
* 17 September 2008: Emas spot naik hampir $90 per ons, yang merupakan rekor kenaikan harian, seiring langkah cari aman investor ditengah guncangan pasar modal.
* Januari - Maret 2009: Produk ETF emas melaporkan rekor dana masuk di kuartal pertama seiring ketidakamanan sektor keuangan memicu aksi beli 'safe-haven'. Kepemilikan emas terbesar, SPDR Gold Trust, melonjak 45% ke 1,127.44 ton.
* 20 Februari 2009: Emas naik kembali naik melewati $1,000 per ons menuju tertinggi di $1,005.40 seiring investor membeli emas sebagai alat lindung nilai ketika ekonomi negara maju menghadapi resesi dan pasar saham terpuruk.
* 24 April 2009: Cina umumkan adanya kenaikan pada cadangan emasnya sebanyak tiga per empat sejak 2003 dan sekarang memiliki 1,054 ton dari logam mulia, mendongkrak ekspektasi akan adanya penambahan lebih jauh pada cadangannya.
* 7 Agustus 2009: Bank sentral Eropa memilih untuk memperbaharui kesepakatan awal untuk membatasi penjualan emas selama periode 5 tahun, dengan menetapkan batasan penjualan sebanyak 400 ton per tahun.
* 8 September 2009: Emas kembali menembus level $1,000 per ons untuk pertama kalinya sejak Februari 2009 pada melemahnya dolar dan kekhawatiran mengenai kelangsungan pemulihan ekonomi.
* 1 Desember 2009: Emas mendaki diatas $1,200 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah seiring terus melemahnya dolar.
* 3 Desember 2009: Emas mencetak rekor tertinggi di $1,226.10 per ons dimana dolar terus melemah dan ekspektasi terhadap bank sentral untuk melakukan diversifikasi cadangannya kedalam emas yang mendarong kenaikan harga.
* 11 Mei 2010: Emas capai rekor baru di $1.230 per ons diatas seiring kecemasan akan penyebaran krisis hutang di zona Eropa memacu aksi beli safe-haven.
* 21 Juni 2010: Emas melonjak ke tertinggi baru di $1,264.90 per ons seiring masih berkutatnya ketakutan akan stabilitas pasar keuangan dan resiko gagal bayar dikombinasikan dengan melemahnya dolar mendorong logam ini melampaui tertinggi sebelumnya.
* 14 September 2010: Emas kembali menanjak ke rekor tertinggi baru, kali ini di $1,274.75, seiring pasar global mencerminkan adanya kekhawatiran baru pada outlook ekonomi.
* 16-22 September 2010: Harga emas mencatatkan rekor baru untuk lima sesi beruntun, dengan puncak $1,296.10, seiring investor beralih ke emas setelah Bank sentral AS mempertimbangkan langkah kebijakan moneter longgar tambahan, melemahkan dolar dan meningkatkan kepanikan mengenai inflasi masa depan.
* 27 September 2010: Harga spot emas menyentuh $1,300 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah.
* 5 Oktober 2010: Emas melanjutkan rekor tertingginya diatas $1,330 per ons, terangkat oleh terus melemahnya dolar AS, dan seiring pengumuman Bank of Japan untuk memerangi kuatnya yen.
* 6 Oktober 2010: Emas melesat mendekati $1,350 per ons seiring tertekannya dolar dari bertambahnya ekspektasi bahwa Federal Reserve AS untuk mengambil langkah extra dalam mempertahankan suku bunga rendah dan mendongkrak ekonomi

* 18 Juli 2011: Pertama kalinya emas memecah rekor tertinggi sejak tahun 1833 dari harga di $20/ounce,hari ini memecah di harga $1.600/ounce. tertinggi sepanjang sejarah emas. karena kekhawatiran tentang krisis utang zona euro dan kurangnya kesepakatan meningkatkan plafon utang AS mendorong para investor mencari safe haven di logam mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar