Lembaga moneter internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan kondisi ekonomi global saat ini berada dalam fase berbahaya dan terancam krisis. Kegiatan ekonomi global terus melemah.
Demikian disampaikan dalam Executive Summary World Economic Outlook yang dikutip dari situs IMF, Rabu (21/9/2011).
"Kepercayaan masyarakat turun drastis saat ini, dan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi makin membesar," demikian isi pernyatan IMF.
Dalam kajiannya, IMF menyatakan negara-negara ekonomi maju di dunia sedang mengalami hantaman ekonomi tahun ini. Jepang terhantam bencana gempa dan tsunami yang mengganggu perekonomiannya. Kemudian ekonomi AS juga kembali jatuh karena rendahnya konsumsi dalam negeri.
Belum lagi kondisi ekonomi Eropa yang terguncang di sektor keuangannya. Masalah struktural ini membuat dunia dihadapi oleh risiko krisis yang cukup besar.
Karena berbagai masalah ekonomi yang menghadang, IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mencapai 1,5% tahun ini dan 1,8% di 2012. Prediksi ini menurun perkiraan sebelumnya sebesar 2,5% di 2011 dan 2,7% tahun depan.
Kemudian dalam kajiannya, IMF juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di 17 negara Eropa. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa hanya 1,6% tahun ini dan 1,1% tahun depan. Prediksi ini turun dari proyeksi sebelumnya 2% di 2011 dan 1,7% di 2012.
IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia melamban menjadi 6,4% di 2011, di bawah target pemerintah yang sebesar 6,5%. Namun Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta prediksi IMF itu tidak membuat gamang karena kerap kali keliru.
Kondisi prediksi bahwa perekonomian dunia telah menurun semakin membuat investor takut untuk menaruh uangnya di aset beresiko,seharusnya kondisi ini bisa mendukung emas karena. Emas merupakan aset safe-haven yang tidak dapat diperbaharui kembali sehingga orang akan berbondong-bondong mencari dan hal ini yang mendukung kenaikan harga emas untuk jangka panjang.
Sumber: Detik Finance
Tidak ada komentar:
Posting Komentar